Mengenal Sejarah dan Jenis Motif Batik Solo

Selain Pekalongan, Solo juga memiliki pengrajin batik. Dengan ciri khas tradisional di jenis gambar ataupun tulisnya. Ciri lain yang mencolok yaitu warna yang dominan kuning dan coklat serta ukuran corak geomtris yang tidak besar. Walaupun berbeda jenis dan nama motif batik solo juga sudah go internasional.

Solo juga memiliki kampung khusus pengrajin batik yaitu Desa Laweyan dan Desa Kauman. Kota ini sudah memiliki pengalaman lama sekali dalam hal batik.

Sejarah

Sejarah motif batik solo, sudah ada zaman keraton Surakarta. Pada masa itu masyarakat memiliki pekerjaan sebagai pengarajin batik, terutama wanita jawa. Dengan pewarnaan soga sebagai bahan alami batik tulis.

Batik yang biasa di sebut laweyang, batik solo berkembang pesat ketika kesultanan Hadiwijaya sekitar abad 15.

Semakin perkembangan zaman, motif batik beragam perpaduan corak dan warna.

Macam Motif Batik Solo

Untuk kamu yang ingin mengetahui motif batik solo, sebaiknya mengetahui karakteristik nya terlebih dahulu yaitu :

  1. Cenderung ke warna soga coklat dan kuning.
  2. Motif dengan berukuran kecil
  3. Geomtris
  4. Terkenal dengan batik cap dan tulis dalam pengerjaan membuat batik

Itulah ke 4 ciri motif batik solo. Beragam macam motif batik yang perlu kamu ketahui dan beberapa motif ini juga cocok untuk baju batik Pria Modern :

Motif Sidomukti

Sido yang berarti jadi dan mukti berarti makmur diambil dari bahasa Jawa. Dengan makna menggambarkan harapan kesejahteraan dan ingat sang pencipta. Motif ini biasa digunakan oleh sepasang pengantin jawa.

Motif Sawat

Sawat yang terinspirasi kepakan sayap burung Garuda. Pada masa lampau dianggap motif yang sakral karena digunakan oleh pedalam keraton dan keluarga. Selain sidomukti, motif ini juga dikenakan dalam adat jawa pengantin dan berharap dilindungi kehidupannya.

Motif Kawung

Motif yang memiliki arti kewibawaan, hanya dapat digunakan kerajaan pada masa itu. Macam motif kawung dengan bentuk kolang-kaling dan bunga teratai yang mengartikan suci.

Motif Satrio Manah

Makna yang sangat unik dalam motif ini yaitu, seorang kesatria yang memanah calon pasangannya. Dengan sebab itu digunakan oleh wali pengantin pria, dan digunakan juga mempelai pria.

Motif batik Rante

Makna ikatan kokoh, menggambarkan cinta perempuan saat menerima lamaran pria. Dan akan terikat oleh siapapun yang menikahinya.

Dan makna motif batik solo ini dikaitkan dengan tiga ajaran yaitu, dunia manusia, dunia dari dewa dewi dan terakhir dunia manusia yang di kelilingi keburukan.

Motif Parang

Rangakain motif huruf S tidak terputs dan terjalin dari tertinggi dan terendah dengan diagonal.meiliki makna keterkaitan yang erat dan perjuangan.

Motif parang memiliki jenis yang berbeda, antara lain :

  1. Parang Rusak

Dengan pola yang diambil dari ombak laut samudera, dengan makna manusia melawan angkara murka

  1. Parang Kusumo

Motif yang nampak bunga bermekaran dan di pakai oleh calon pengantin wanita.

  1. Parang Klitik

Motif yang boleh digunakan puteri raja masa keratonan, dengan pola kecil menanandai kewanitaan, keluwesan, dan kelembutan.

Motif Pamiluta

Motif yang sering digunakan untuk ibu dari calon pengantin perempuan. Dengan makna tidak bisa dipisahkan dalam ikatan pernikahan.

Dari jenis motif batik solo yang mungkin sering kita dengar, dan sudah menembus dunia. Masih banyak lagi jenis batik solo yang memiliki jumlah kurang lebih 12 jenis batik. Tentunya batik yang kita kenal memiliki makna dan harapan khusus bagi siapapun yang memakai setiap motif batik.

 

Similar Posts